-->
Showing posts with label cerita si teteh. Show all posts
Showing posts with label cerita si teteh. Show all posts

Monday, December 14, 2015

Cerita Si Teteh #9 I've Put My Braces on

Minggu, 13 Desember 2015 siang-siang yang panas banget sepanas hatiku kalau liat kamu centil sama tante-tante.~

Anaknya suka sesuatu yang baru, jadi untuk pertama kalinya pasang kawat gigi alias behel, dan ngilu.
Pertanyaan yang paling sering ditanya: "KENAPA?" pasti gitu. Jadi ceritanya....

Kala itu, alias satu tahun yang lalu nganter nyokap ke dokter gigi yang tempatnya jauh banget antah berantah yang udah pasti kalau gue kesana sendirian udah pasti nyasar. Ceritanya nyokap mau benerin giginya yang pengen rapi (padahal gak berantakan juga, tapi ya kurang rapi aja). Berhubung dokternya nawarin ada paket pasang behel untuk dua orang jadi lebih murah, terjadilah kodrat wanita yang nggak tahan sama tawaran itu. Berhubung juga rahang gigi atas bawah nona manis ini kecil banget dan membuat giginya menjadi agak tongse, maka terjadilah deal untuk pasang behel.

*Tanpa mikir panjang karena udah dijelasin proses dan resikonya sama dokter*

Oke, mau. (mauan aja anaknya).

*cetak gigi* *pake lilin* *rasanya aneh*

Selesai cetak ya pulang dong, masa mau nginep. Nganu, maunya nginep dihati mz untuk selamanya aja, boleh?

Besoknya, rontgen gigi di Pramita Lab. Keluar hasilnya, lalu merasa aneh karena ternyata giginya memang aneh bentuknya, Yaudah dong pulang lagi aja, anaknya pasrah. Pasrah mau diapain aja sama kamu. -___-

Kan kalo takdir, Tuhan yang punya kuasa ya. Misalnya kaya aku ketemu kamu gitu, kan takdir ya. Eh apa nasib sih? Sedih juga kalo nasib, masa harus berakhir begini~~ hnnggg....

Iya, mungkin Tuhan punya cara lain ya, akhirnya belum jodoh sama kamu keadaan fisik. Masih harus bolak-balik ke rumah sakit untuk pengobatan. Jadi terpaksa pasang kawat giginya dipending dulu.

*Setahun berlalu* *kangen* *pengen di-romantis-in* *yawda ngemut guling aja*

Setelah sekian lama menanti, akhirnya bisa balik lagi ke dokter gigi dan dipasanglah itu behel. Awalnya disuruh kumur-kumur, terus basuh hidung kemudian muka, lah wudhu. #salahpaham
Abis kumur-kumur sambil dokternya nyiapin peralatan perang, gue berdoa daleh hati mudah-mudahan nggak sakit. Abis itu disemprot angin entah pake apa pokoknya yang keluar angin dan gigi berasa kering. Mulutnya disumpel pake kapas bulet-bulet-panjang. Terus dipasang semacam alat penyangga biar mulutnya kebuka. *kering*. Lalu dikasih lem dan obat ke giginya, dan mulai satu-persatu dipasanglah itu behel yang kecil-kecil cabe rawit soalnya mahal banget dan katanya Jerman punya dan bukan buatan Cina. Dokternya punya tenaga super kayanya, gigi gue diteken sekeras-kerasnya sampe nempel itu logam besi. Ngilu T__T

*Sakit, Kak* Tapi nggak sesakit ditinggal kamu~~

Udah semua dipasang, barulah si kawat yang sebenernya paling gue takutin itu mulai dipotong-potong pake tang di depan muka gue -___- bayangannya udah kemana-mana, takut berdarah, takut sariawan, trauma sama yang tajem-tajem T___T. Tapi ternyata setelah penyangganya dilepas cuma terasa sakit sedikit akibat ngilu karena ditekan. Baru deh dipasang karetnya, Dokternya nggak pake nanya langsung kasih warna pink *heboh*

Prosesnya cepet dan nggak seseram yang gue kira, dan dokternya bilang gigi gue bersih banget jadi nggak perlu dibersihin rahangnya. *happyface*

*ngaca* *merasa aneh* *merasa ada yang ganjel* kan kalo ada yang ganjel harus dikeluarin ya, jangan ditahan nanti nyesek. Lah, itu perasaan sih ya. -___-

Ya, kira-kira begitu proses pasang kawat giginya. Ini masih adaptasi dulu takut nanti "kaget" kalo langsung dipasang di gigi atas dan bawah sekaligus. Jadi baru dipasang dua unit (gigi depan dan gigi taring atas). Ini dia fotonya.



*Nyengir kuda* *bobok syantix*
Bhay~~~


Thursday, October 29, 2015

Cerita Si Teteh #8: Nothing Last Forever

Rasanya sedih.

Ternyata badan ini punya alarm tersembunyi yang kalau sudah berbunyi menandakan kalau tempat tidurmu jauh lebih hangat dibanding apapun di dunia ini. Sepertinya selimut tebal ini bisa memanggilku dan mendekap tanpa mengizinkanku untuk pergi. 
Sabtu dan Minggu yang seharusnya bisa aku gunakan untuk refreshing dari 5 hari menatap layar dengan penuh angka malah tidak seperti yang aku bayangkan. Badan ringkih ini seraya tak pernah mengizinkanku untuk seharian bersenang-senang atau sekedar makan es krim di Mall.
Ah, mungkin ini tidak seberapa dibanding orang-orang di luar sana yang tidak bisa sama sekali untuk bangun dari tempat tidur. Aku masih untung, masih bisa kerja, masih bisa jalan-jalan dengan keluarga, masih bisa meluangkan waktu untuk berkumpul dengan teman-teman dan orang-orang tersayang.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tulisan di atas ditulis pada bulan Januari 2015, dan sekarang tahun 2015 sudah hampir selesai. Setelah sekian lama tidak pernah kembali mengunjungi halaman ini, kali ini kembali aku akan menuliskan sedikit cerita tentang apa yang sudah kulalui. Nggak semua sih karena pasti akan sangat panjang dan nggak selesai-selesai ngetiknya.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Karena kita tidak bisa mengharapkan kebahagian berlangsung selama yang kita mau.

Tahun 2015 sudah mau selesai, ya. Anaknya masih aja kurus, masih belum memenuhi target buat punya berat badan 55 kilogram. Masih dengan sifat keras kepalanya yang gak cukup hanya dibebal ceramah. Ya, makhluk yang jauh dari sempurna ini sedang merasakan langkah hidup yang cukup lumayan berat menurut gue sih ya.

13 Mei 2015.
Bagi orang lain, mungkin ini seperti layaknya hari biasa. Karyawan ya kerja, ibu rumah tangga ya ngurus rumah, anak sekolah ya belajar, pedagang ya jualan, dan kesibukan lain yang biasa orang lakukan. Tapi buat gue, hari ini adalah hari dimana kali pertama gue ngga mau tiup lilin. Bukan, bukan karena mati listrik, tapi karena lilin di atas kue itu terlalu ceria untuk ditiup.
Actually, i've been waiting for so long for today. My favorite number, on the right time (i guess).
Sudah membuat berbagai rencana untuk direalisasikan hari ini, namun apalah daya, Allah belum berkehendak. Jam 12 malam tadi, dibangunin sambil dibawain kue tart dengan tulisan manis dan lilin-lilin itu. Lilinnya angka 2 sama 7, kan harusnya 1 sama 7 T_T. Nggak ada kepikiran sama sekali buat tiup lilin, jadi mereka yang tiup, maaf ya :(
Kenapa? karena sedih.

Gue bukan termasuk tipikal orang yang suka cerita panjang lebar tentang kehidupan sendiri di media sosial. Sudah ada 14 draft yang seharusnya bisa dipublish, tapi banyak tapinya. Banyak yang mau dikeluarin dari kepala, tapi buat apa? toh lebih baik menyimpan semuanya sendiri, egoisnya sih begitu. Empati. Nggak semua orang punya, kan? bahkan keluarga, pacar, atau sahabat sendiri.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Satu yang bisa gue share di sini, that there's nothing last forever. Manusia bisa berencana apapun, tapi Tuhan juga yang punya kuasa, kan? Bikin rencana itu asyik, apalagi kalau rencananya punya tujuan yang baik.
Ada rasa yang kadang manusia tidak bisa menjelaskannya kepada orang lain. Bukan, bukan karena introvert atau menutup diri dengan lingkungan luar. Adanya sebuah masalah menandakan kita hidup. Membuat otak kita bekerja dua kali lipat dibanding biasanya. Berpikir bagaimana cara untuk menyelesaikannya, bagaimana kita seharusnya bersikap, dan bagaimana kita tiak mengulangi kesalahan yang sama.

Di sini, ego kita diuji.

Dan semoga kesempatan kali ini lebih baik untuk membuka sebuah halaman baru dalam rentang hidup selanjutnya.

Friday, November 21, 2014

Cerita Si Teteh #7 Go Ahead With Digital Thingy

For the first time, i have to learn about Digital things. I need more concern about this to work with these smart people (at new office). That means, i have to follow and understand how they work as soon as possible. I enjoy every little things that i've got from here. As we i know, Digital is a big thing. Really big thing. You can do anything with digital for work. Digital makes everything more attractive. Well, that is just my "sotoy" opinion as a new joiner.

Actually, i came from CRM Agency, but my dailt activities are focusing maintain the data and making reports, of course with excel. It's not really different here, because i have to work with Excel too. Excited to learn something new, and i hope i have two brains so i can learn faster like Einstein lol.


Have a Good Friday!


Sunday, November 16, 2014

Cerita Si Teteh #6 New Cubicle!

Ahhhhhh cepet banget!

Apanya yang cepet?

Anuan..

Anuan apa?

Keluarnya...

Wah, enak dong.

Alhamdulillah.


Percakapan di atas adalah percakapan seorang Anggie dan Anggie alias ngomong sendiri. If you ever seen My Twitter Bio ,that's enough. Kadang nih, tiap abis kerja suka ngomong di depan kaca. Ngomong apa aja entar cerita sendiri terus kadang sok-sok pura-pura lagi ngomong depan orang banyak wtf -__- semacam punya dunia sendiri tapi kalo ada orang ya nggak begitu juga sih ntar disangka orang gila.

Jadi korelasi sama percakapan di atas itu adalah....
Finally, Pindah Kantor! Horeeeee! #penting #throwconfetti
Prosesnya cepet banget, nggak berasa udah last day di kantor lama. Bahagia dan lega banget rasanya. Setelah kerja selama 1 tahun 9 bulan, banyak pengalaman baru yang udah didapet..... dan

*ngantuk*

Ceritanya begitu tuh kemaren, mau nerusin nulis tapi udah kriyep-kriyep. hhe.

Jadi ada sedikit cerita tentang farewell kemaren di kantor. Biasanya tiap ada yang mau resign dibikinin acara kecil-kecilan (atau besar-besaran) untuk farewell nya bos-bos. Berhubung gue bukan bos jadi ya sederhana aja. hhe.

Jumat, 14 November 2014.
Waktu udah nunjukin pukul 16:00 WIB dan suara Mbak Derty langsung menuhin ruangan kerja.

"Yuk, kumpul yuk!"

Selang beberapa menit, semua udah kumpul di pantry. Mengelilingi sebuah meja kecil yang di atasnya sudah tersedia donat-donat warna-warni berdus oranye. Melangkahkan kaki menuju pantry itu rasanya sudah menyesakkan hati. Entah kenapa rasanya sedih.

Acara dimulai dengan suara MC, Mbak Derty, mulai memberi sedikit perkenalan tentang saya. Saya hanya tertunduk, sembari sedikit melemparkan senyuman kecil kepada rekan-rekan yang lain. Tiba saatnya Mbak Derty memberikan kesempatan untuk Supervisi saya, Pak Ujang, untuk memberikan kesan dan pesan terakhir untuk anak buahnya yang satu ini.

Air mata mulai perlahan keluar dari dua pasang mata perempuan yang saat itu mengenakan blazer biru dengan jilbab berwarna merah muda. Berdiri di tengah kerumunan rekan-rekan kerjanya, yang hanya bisa mendengar sebuah kata-kata santun yang terucap dari seorang Bapak luar biasa yang sangat dibanggakannya.

Tibalah saatnya saya memberikan sedikit kata-kata yang mungkin hanyalah angin lalu bagi semua. Tapi, ini adalah kali pertama saya merasakan farewell di kantor. Merasa sangat dihargai sebagai karyawan. Merasa bahagia karena merasa mempunyai keluarga kedua. Saya tidak menyangka akan sesedih ini.

Akhir kata, ada beberapa hadiah yang saya dapatkan, dari kantor, dari tim operasional, dari tim data (Pak Ujang, Mbak Repi dan Amel), dan dari Dinda.

(ini adalah beberapa foto yang sudah saya gabung, karena terlalu banyak kalau di post satu-satu).










Terima kasih, AIMIA team. God bless you all. See you on top!

Wednesday, November 5, 2014

Cerita si teteh #5 Time Flies

Time flies, people come and go, love change hate, hate change love, etc.

Sedih rasanya liat beberapa temen yang sudah "mulai melupakan" masa-masa susah bareng. Kalo udah seneng dan sukses rasanya berat sekali untuk menyapa yang di sini. Disapa duluan dijawab sekedarnya saja. Gak apa-apa. Masih banyak teman lain dan masih bisa bernapas tanpanya. Dibuat senyum saja.

Sedih karena beberapa bulan belakangan jarang sekali buka blog apalagi nulis. Beberapa tulisan hanya berdiam diri dalam draft. Bukan apa-apa, selain banyak yang diurus entah kenapa nggak pede sama tulisan sendiri, padahal katanya mau bikin novel. Gimana mau bikin wong nggak pede terus mau nulis.

Sedih juga, karena "disentil" sedikit sama Allah dikasih sakit. Sakit pertama karena gastritis (maag) kambuh jadi nggak bisa makan, makan sedikit muntah, jadi nggak masuk kantor seminggu. Sakit kedua karena sariawan parah, luka sariawan nutupin semua bibir atas bawah, once again nggak bisa makan. Jangankan makan, kena air putih aja bisa nangis-nangis jambak-jambak mama saking perihnya. Alhamdulillah sekarang udah bisa makan lagi. Cuma, berat badan lagi-lagi turun drastis. Weight loss no need diet.

Paling sedih, karena Jessica is being forced out from SNSD. Cannot say anything.....
SONE will be missing you, Ice Princess.




Dari semua sedih itu, pasti ada senangnya. Seneng karena mau coba masuk dunia baru, dunia yang semoga bisa bikin semuanya lebih baik. Pentingnya bikin berkah, rejeki nambah. Semoga semuanya lancar dan tanpa halangan yang berarti.


Senangnya lagi, adik baru jadi sarjana dan sudah dapat pekerjaan baru. Alhamdulillah sudah bisa meringankan beban orang tua. Pengennya bahagiain orang tua terus sampe tua nanti. Rasanya nggak kebayang kalo semua harus urus sendiri tanpa mereka. Bismillah semoga Allah terus kasih umur panjang.

Senang juga karena merasa tahun ini jauh lebih baik dari tahun kemarin. Merasa lebih bisa berpikir untuk masa depan. Ternyata sudah 26 tahun dan seharusnya sudah bisa menentukan nasib sendiri. Semoga target tahun depan tercapai. Amin.

Senang,

Karena bisa menulis lagi. Walau hanya cerita dan mungkin tidak semua orang mau membaca. At lease, i've tried :)

Wednesday, June 4, 2014

Cerita si teteh #4 tentang susah gemuk

Rata-rata orang yang punya berat badan ideal itu makan sehari 3 kali dengan menu 4 sehat 5 sempurna. Nasi, lauk-pauk, sayur, buah, susu. Itu rata-rata yah pemirsah. Kalo saya kayanya di luar si rata-rata itu. Saya kalo makan 4 sehat 6 spektakular.

Bayangin aja yah *hih sapa elo minta dibayangin* *malas* setiap hari dibawain bekal sarapan dan makan siang sama Nyokap. Menunya:
Sarapan: Roti pake selai/mesis cokelat plus keju slice plus susu. Kalo lagi laper banget malah beli bubur ayam dulu terus lanjut makan roti satu tangkup plus susu cokelat *kentung*
Makan siang: Nasi, sayuran yang penuh gizi, daging sapi/ayam, lauk-pauk lainnya, kerupuk. *rakus*
Makan sore/ngemil: buah/snack macem wafer atau donat atau dim sum atau siomay atau.... Mie ayam WTF ITU BUKAN NGEMIL.
Makan malem: biasanya masih dengan menu yang sama kalo di rumah, kalo makannya di luar ya beda lagi menunya, yang jelas tetep makanan berat.

Harusnya sih ya, harusnya saya gemuk dong macem Gerombolan Si Berat, minimal syemog kan yah. Ini boro-boro syemog, badan kaya lidi Iqro. (((LIDI IQRO))) sedih kan yah. Terus makanan-makanan itu larinya kemana coba? *lari meninggalkan masa lalu* *auk amat*

Dulu waktu SMA berat badan bisa sampe 53 kilo. SYEMOG. Hahahahaha. Etapi mah ya masa sekarang ngejar 50 kilo aja susahnya kaya ikhlasin kamu gandengan tangan sama dia *pedih* eh bukan, maksudnya susah gitu balikin berat badan jadi segitu lagi. Kumaha atuh mah ya, kalo kata orang mah makan aja terus yang sering sama jangan stress.

Entah harus bersyukur atau nggak nurunin berat badan 5 kilo dlm waktu sebulan aja saya bisa loh. Sekarang berat badan cuma 50 kilo (terakhir nimbang sebulanan yg lalu) dan sekarang berasa turun banyak. Paling sedih kalo udah ada yang komen, "Lo kurusan ya, Nggie? denger itu tuh rasanya kayak mau terjun dari gundukan kenangan masa indah kita dulu *apasih* *tabok*. Mau tau nggak gimana caranya nurunin berat badan dengan cepat?



Jawabannya adalah:




SAKIT HATI. HAHAHAHAHAHA


(Tulisan di atas mengandung info, saran, curhat, sakit hati, galau, dan sejenisnya)

Sekian dan tolong saya jangan ditabok, disayang aja gapapa.

Tuesday, May 20, 2014

cerita si teteh #3: tentang berhijab

May 13th, 2014
For the very first time i wore Hijab. Insya Allah for the rest of my life..

It wasn't easy to finally decided to wear hijab, at least for me. Saya belum menjadi seorang penganut Islam yang sangat taat. Sampai saat ini saya hanya melakukan yang wajib-wajib saja (seperti solat dan puasa). Mengaji pun tidak sesering Mama.

But, it's just one of my to-do list in life to be a better person, for myself and others. My own way of expressing happiness, to showing gratefulness.

Aselik lah ini bukan hal yang gampang, pake hijab bukan cuma nutup kepala doang. Semua harus diperbaiki satu persatu. Mulai dari pakaian yang harus tertutup dari atas ke bawah (kecuali wajah dan telapak tangan). Pertama kali pake hijab rasanya deg-deg-an. Kayak mau dilamar. Yakali gitu rasanya, belom tau jugak lol.

Niatnya sih udah lama, dari tahun kemarin. Cuma, kepengen aja nyari momen yang pas. Kebetulan tahun ini udah 18 26 tahun, rasanya sudah merasa cukup untuk nggak main-main lagi sama hidup. Sudah harus bisa memahami tujuan hidup sendiri, mulai nyusun masa depan dan bikin target yang semoga aja semua bisa tercapai tepat waktu. Amin. Kok rasanya saya kurang bersyukur sama Tuhan. Tuhan udah ngasih banyak banget yang saya sadari atau tidak saya sadari. Tapi saya ngerasa belum ngasih yang maksimal. Padahal kata Ibu/Bapak Ustad/Ustadzah di luar sana, semakin banyak kita beribadah, semakin banyak rizki yang Allah kasih, semakin doa kita didengar dan (mungkin) bisa dapet bonus langsung dikabulin doanya.

HEHEHE. Omongannya berat banget ya.
Tapi itu cuma sekedar cerita awal kenapa akhirnya saya memutuskan untuk berhijab.

Ini mah ya, hijab saya masih jauh banget dari yang dibilang "Syar'i". Dulu, sempet nanya ke Mama boleh nggak kalo pake celana jeans? Mama sih seperti bilang "iya" tapi nggak meng-iya-kan. Beliau cuma jawab, "Nggak ada anak TK bisa langsung jadi presiden, semua ada prosesnya. Asal setiap proses jadi lebih baik nggak masalah." Jujur sih denger Mama bilang kaya gitu sedikit lega, karena nggak perlu berantem dulu harus nentuin pake baju kayak gimana. Pake hijab pertama kali itu kuping langsung nggak bisa balik ke posisi semula karena keteken saking kencengnya takut jatoh-jatoh jilbabnya. -___- Kepala juga kayanya berat banget buat dibawa karena belum terbiasa. Belom lagi pipi atau kulit kepala yang sering banget ketusuk jarum pentul. Penuh perjuangan -________-.

Tapi, Alhamdulillah sampai saat ini, keluarga, teman dan orang-orang terdekat seneng ngeliat saya yang sudah berhijab ini. Kalau ada satu, dua, tiga atau banyak orang yang nggak bisa nutup mulut atau nyinyir sekenanya tentang saya, itu urusan mereka. Mereka nggak akan jadi lebih baik kok ^^.


Wednesday, March 5, 2014

cerita si teteh #2: obrolan makan siang di kantor

Setiap hari, pasti gw bawa bekel buat makan siang di kantor. Abis makan siang, tiap hari kadang gw sama temen gw ke lantai bawah buat main pokopang nongkrong-nongkrong sambil minum kopi/teh tarik. Disela-sela break time itu, temen gw ini sungguhlah anaknya anuan banget. Apa-apa bilangnya anuan, cerita-ceritanya semua berbentuk anuan. Kebanyakan nggak pake otak -,- tapi gw kesepian sih kalo nggak ada dia. Ini ya kalo dia baca pasti keGRan soalnya diomongin. Anaknya sekip banget. Namanya wanita kesepian Dinda.

Obrolan #1:
A: *sibuk moto-moto*
D: *ikutan moto-moto* (gak kreatip)
A: bagus ya view-nya
D: kok bagusan punya lo *sambil bandingin hasil foto dari kamera hp-nya sama kamera hp gw*
A: sesuai amal perbuatan kak, tapi nggak sejernih aslinya ya
D: iya, nggak kaya kalo kita ngeliat asli pake mata. Eh, kira-kira mata kita itu berapa megapixel ya?
A: *bukantuhan* *bukaneinstein* *pertanyaananakgenius* *mikirkeras*

Ada yang bisa jawab, mungkin? -.-

Obrolan #2:
A: Tulus kayanya deket banget sama Raisa ya, lucu banget fotonya *sambil ngasih liat foto instagramnya Raisa lagi foto bareng sama Tulus*
D: Iya, Raisa cantik banget ya, mana suaranya bagus, fans-nya banyak, tajir lagi.
A: iya, kalo dipikir-pikir nggak adil ya, jauh banget sama kita *miris*
D: kayanya Tuhan mood-nya lagi bagus pas bikin Raisa.
A: *sedih* (ternyata Tuhan bikin Dinda pas mood-nya lagi kurang bagus)

Jadi, yang namanya Anggie cuma peran pembantu ke-skip-an Dinda. Dalam permainan Pokopang misalnya, nggak bisa-bisa ngalahin Dinda. Tapi Dinda masih kalah sama Anggie, dalam hal percintaan contohnya. Dinda tuh bisanya makan Indomie doang, Indomie-rasa-yang-dulu-pernah-ada-tapi-sekarang-entah-ke-mana-tak-satupun-yang-bisa-menjawab.

Begitulah Dinda.
Tomboy, pendiem, baik hati, jago masak, jago bikin kata-kata bagus, suhu pokopang, suka Cookie Monster, suka warna biru, suka merhatiin gebetan diem-diem dan suka cowok lucu.

(Kubikel kantor, saat teringat percakapan dua manusia yang menanti kenaikan gaji setiap hari).

Monday, December 30, 2013

cerita si teteh #1

ini cerita udah lama sih sebenernya, berhubung gw inget lagi dan daripada ketawa sendirian, yaudah deh diceritain juga biar pada nggak kaya gw. -___-

jadi, dulu pas lagi jalan-jalan ke Mal Ambasador sama ade gw, niatnya emang mau belanja dress buat kondangan. Cuman yah yang namanya cewe gak bisa dong liat yang lucu trus gak ikutan dibawa pulang juga. jadilah belanja dan banyak .___.

Sampe di sebuah toko kaset dan cd, (entah lah masih ada yang jual kaset apa nggak disana karena gak merhatiin juga), masuk lah gw dengan muka mesam-mesem senyam-senyum. langsung dong jiwa ke-snsd-an gw keluar dan grasak-grusuk nyari bagian kpop dimana. udah muter-muter keliling-keliling nggak nemu juga dong. entah mata gw siwer atau emang cd snsd nya nggak ada. bertanyalah dengan muka polos ke si Mas penjaga toko, "Mas, cd snsd the boys ada?". Si Mas dengan sigap nyariin juga ke pelosok rak-rak cd bagian lagu pop. dan nggak nemu juga. *kecewa*.
Terus dese nanya ke Mba SPV, dan dengan muka aduhai entah bingung atau memandang gw bagai seonggok anak oon, dia bilang, "Maaf Mbak, ini toko Pondok Pujian, isinya lagu Rohani semua".

WTF.
Menurut lo aje yakeleuusss snsd nyanyi lagu rohani.


Ngeloyor.
#thxbye
Cute Deer