-->

Tuesday, December 22, 2015

Pro dan Kontra Hari Ibu di Sosial Media

Tepat hari ini, tanggal 22 Desember adalah hari yang dirayakan sebagai "Hari Ibu" di Indonesia bagi sebagian orang. Jujur saja aku lupa kalau hari ini adalah hari ibu. Pagi tadi setelah bangun tidur, tanpa pikir panjang aku langsung menuju kamar ibu (saya memangginya Mama). Beliau sedang menonton sebuah acara televisi bertajuk Islami, seperti biasanya. Hanya sebuah ucapan, "Selamat hari ibu ya, Ma." sambil mencium pipi dan mencium tangannya tanpa embel-embel doa yang biasa ditulis seorang anak kepada ibunya di sosial media saat hari ibu. Beliau hanya tersenyum dan bilang, "Mama aja lupa,Teh. Makasih ya." sambil menahan air matanya yang seakan ingin jatuh.

Seperti biasa hari ini dilalui sebagaimana mestinya. Path, Twitter, Facebook bahkan Timehop-pun bertemakan hari ibu. Lebih dari separuh friendlist di Path (yang saya amati) semua mengucapkan selamat hari ibu untuk ibu mereka, untuk teman mereka yang sudah memiliki anak bahkan untuk semua ibu di seluruh dunia. Senang sekali melihat dan membacanya. Love. Love. Love. Hanya emoticon itu yang saya klik untuk postingan manis mereka.

Dulu, karena sosial media belum sepenuhnya mumpuni untuk berkomunikasi via internet, banyak orang yang mungkin mengucapkan hari ibu hanya lewat surat atau SMS bagi yang merasa segan atau malu untuk mengucapkannya langsung. Akupun begitu.

Jaman sekarang, rasanya kurang lengkap jika dihari ibu ini tidak menulis atau menyampaikan apa yang ingin disampaikan anak terhadap ibunya. Berbagai macam foto dan ucapan manis, lucu, sedih, bahkan meme sekalipun melengkapi timelineku hari ini.

Bagiku, mengucapkan selamat hari ibu melalui sosial media tidak ada salahnya. Bahkan tidak ada ruginya untukku. Menyampaikan rasa sayang kepada orangtua atau dalam hal ini adalah ibu, sah-sah saja dimanapun, kapanpun, dan bagaimanapun caranya. Tidak ada aturan atau larangan bagi siapa saja yang menulis curahan hatinya di sosial media. Sering aku jumpai beberapa orang malah cenderung tidak suka atau tidak setuju dengan yang menulis ucapan hari ibu di sosial media. Kenapa? aku mengambil beberapa kesimpulan.

Satu, karena mereka menyadari bahwa menyampaikan rasa sayang, rasa syukur dan rasa cinta kasih mereka terhadap ibu tidak hanya hari ini saja. Kedua, Ada yang beranggapan bahwa percuma hari ini menulis manis-manis tentang ibu, besoknya sudah kembali kaku seperti biasa. Kembali mengganggap ibu sebagai orang yang "terlupakan". Ketiga, karena para ibu juga sebagian besar tidak memiliki sosial media.

Betul, aku memahami sampai saat ini mengapa mereka cenderung menyindir atau mengejek orang-orang yang gembira merayakan hari ibu. Pertanyaan simpel yang akan terucap,"Emangnya sampe tuh doa?" mungkin iya mungkin juga tidak. Aku juga tidak mendalami paham doa dalam agama, yang aku tau hanya Tuhan Maha Mengetahui. Anggap saja mereka malu untuk mengucapkan doa-doa itu kepada ibu mereka, sehingga mereka ingin mengucapkannya melalui sosial media. Menuliskan sebuah doa, siapa tau ada yang kembali mendoakan ibu kalian juga. Tambah nikmat dan tambah berkah bagi yang mendoakan dan didoakan.

Ada baiknya apa yang kita ucapkan, apa yang kita sampaikan melalui sosial media, kita sampaikan juga dalam solat, di atas sajadahmu, diakhir salammu, untuk ibumu. Bantulah ia selagi masih ada waktumu dan masih ada umurnya. Mungkin Tuhan akan lebih senang mendengarnya dan mungkin akan lebih cepat mengabulkannya. Ada sebuah tulisan yang mengatakan bahwa,
"Doa terbaik untuk seseorang adalah doa yang engkau sampaikan kepada Tuhan tanpa satu orangpun mengetahuinya."
Selamat hari ibu, untuk seluruh ibu hebat dimanapun engkau berada!
Cheers <3

Monday, December 14, 2015

Kepo #1


#Kepo


Cerita Si Teteh #9 I've Put My Braces on

Minggu, 13 Desember 2015 siang-siang yang panas banget sepanas hatiku kalau liat kamu centil sama tante-tante.~

Anaknya suka sesuatu yang baru, jadi untuk pertama kalinya pasang kawat gigi alias behel, dan ngilu.
Pertanyaan yang paling sering ditanya: "KENAPA?" pasti gitu. Jadi ceritanya....

Kala itu, alias satu tahun yang lalu nganter nyokap ke dokter gigi yang tempatnya jauh banget antah berantah yang udah pasti kalau gue kesana sendirian udah pasti nyasar. Ceritanya nyokap mau benerin giginya yang pengen rapi (padahal gak berantakan juga, tapi ya kurang rapi aja). Berhubung dokternya nawarin ada paket pasang behel untuk dua orang jadi lebih murah, terjadilah kodrat wanita yang nggak tahan sama tawaran itu. Berhubung juga rahang gigi atas bawah nona manis ini kecil banget dan membuat giginya menjadi agak tongse, maka terjadilah deal untuk pasang behel.

*Tanpa mikir panjang karena udah dijelasin proses dan resikonya sama dokter*

Oke, mau. (mauan aja anaknya).

*cetak gigi* *pake lilin* *rasanya aneh*

Selesai cetak ya pulang dong, masa mau nginep. Nganu, maunya nginep dihati mz untuk selamanya aja, boleh?

Besoknya, rontgen gigi di Pramita Lab. Keluar hasilnya, lalu merasa aneh karena ternyata giginya memang aneh bentuknya, Yaudah dong pulang lagi aja, anaknya pasrah. Pasrah mau diapain aja sama kamu. -___-

Kan kalo takdir, Tuhan yang punya kuasa ya. Misalnya kaya aku ketemu kamu gitu, kan takdir ya. Eh apa nasib sih? Sedih juga kalo nasib, masa harus berakhir begini~~ hnnggg....

Iya, mungkin Tuhan punya cara lain ya, akhirnya belum jodoh sama kamu keadaan fisik. Masih harus bolak-balik ke rumah sakit untuk pengobatan. Jadi terpaksa pasang kawat giginya dipending dulu.

*Setahun berlalu* *kangen* *pengen di-romantis-in* *yawda ngemut guling aja*

Setelah sekian lama menanti, akhirnya bisa balik lagi ke dokter gigi dan dipasanglah itu behel. Awalnya disuruh kumur-kumur, terus basuh hidung kemudian muka, lah wudhu. #salahpaham
Abis kumur-kumur sambil dokternya nyiapin peralatan perang, gue berdoa daleh hati mudah-mudahan nggak sakit. Abis itu disemprot angin entah pake apa pokoknya yang keluar angin dan gigi berasa kering. Mulutnya disumpel pake kapas bulet-bulet-panjang. Terus dipasang semacam alat penyangga biar mulutnya kebuka. *kering*. Lalu dikasih lem dan obat ke giginya, dan mulai satu-persatu dipasanglah itu behel yang kecil-kecil cabe rawit soalnya mahal banget dan katanya Jerman punya dan bukan buatan Cina. Dokternya punya tenaga super kayanya, gigi gue diteken sekeras-kerasnya sampe nempel itu logam besi. Ngilu T__T

*Sakit, Kak* Tapi nggak sesakit ditinggal kamu~~

Udah semua dipasang, barulah si kawat yang sebenernya paling gue takutin itu mulai dipotong-potong pake tang di depan muka gue -___- bayangannya udah kemana-mana, takut berdarah, takut sariawan, trauma sama yang tajem-tajem T___T. Tapi ternyata setelah penyangganya dilepas cuma terasa sakit sedikit akibat ngilu karena ditekan. Baru deh dipasang karetnya, Dokternya nggak pake nanya langsung kasih warna pink *heboh*

Prosesnya cepet dan nggak seseram yang gue kira, dan dokternya bilang gigi gue bersih banget jadi nggak perlu dibersihin rahangnya. *happyface*

*ngaca* *merasa aneh* *merasa ada yang ganjel* kan kalo ada yang ganjel harus dikeluarin ya, jangan ditahan nanti nyesek. Lah, itu perasaan sih ya. -___-

Ya, kira-kira begitu proses pasang kawat giginya. Ini masih adaptasi dulu takut nanti "kaget" kalo langsung dipasang di gigi atas dan bawah sekaligus. Jadi baru dipasang dua unit (gigi depan dan gigi taring atas). Ini dia fotonya.



*Nyengir kuda* *bobok syantix*
Bhay~~~


Saturday, December 5, 2015

Customize Blog: How to Add Scrolling "Back To Top" Button


It's Saturday night >,< and i want to share about CSS generation code for blogger newbie. What i want to tell you guys is how to add that scrolling back to top button on my blog. As you can see in the bottom right corner on my page when you're scrolling down your cursor. A back to top button is crucial for a blog or site because visitors can enjoy it easily. This button make your blog doesn't seems so bored because you can make your own image or your own button to your site. The best thing about this button is that it appears only when the visitor scrolls down the page and disappears as they scroll up.

So, you can follow this instruction below:
  • Go to Blogger and the choose Layout

  • Go to Footer, choose Add a Gadget, and then click HTML/JavaScript Widget

  • Copy and Paste the following code inside it:
<script type="text/javascript" src="http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.3.2/jquery.min.js"></script>
<script type="text/javascript" >
/***********************************************
* Scroll To Top Control script- © Dynamic Drive DHTML code library (www.dynamicdrive.com)
* Modified by www.MyBloggerTricks.com
* This notice MUST stay intact for legal use
* Visit Project Page at http://www.dynamicdrive.com for full source code
***********************************************/
var scrolltotop={
    //startline: Integer. Number of pixels from top of doc scrollbar is scrolled before showing control
    //scrollto: Keyword (Integer, or "Scroll_to_Element_ID"). How far to scroll document up when control is clicked on (0=top).
    setting: {startline:100, scrollto: 0, scrollduration:1000, fadeduration:[500, 100]},
    controlHTML: '<img src="IMAGE LINK" width="150" height="150" border="0" />', //HTML for control, which is auto wrapped in DIV w/ ID="topcontrol"
    controlattrs: {offsetx:5, offsety:5}, //offset of control relative to right/ bottom of window corner
    anchorkeyword: '#top', //Enter href value of HTML anchors on the page that should also act as "Scroll Up" links
    state: {isvisible:false, shouldvisible:false},
    scrollup:function(){
        if (!this.cssfixedsupport) //if control is positioned using JavaScript
            this.$control.css({opacity:0}) //hide control immediately after clicking it
        var dest=isNaN(this.setting.scrollto)? this.setting.scrollto : parseInt(this.setting.scrollto)
        if (typeof dest=="string" && jQuery('#'+dest).length==1) //check element set by string exists
            dest=jQuery('#'+dest).offset().top
        else
            dest=0
        this.$body.animate({scrollTop: dest}, this.setting.scrollduration);
    },
    keepfixed:function(){
        var $window=jQuery(window)
        var controlx=$window.scrollLeft() + $window.width() - this.$control.width() - this.controlattrs.offsetx
        var controly=$window.scrollTop() + $window.height() - this.$control.height() - this.controlattrs.offsety
        this.$control.css({left:controlx+'px', top:controly+'px'})
    },
    togglecontrol:function(){
        var scrolltop=jQuery(window).scrollTop()
        if (!this.cssfixedsupport)
            this.keepfixed()
        this.state.shouldvisible=(scrolltop>=this.setting.startline)? true : false
        if (this.state.shouldvisible && !this.state.isvisible){
            this.$control.stop().animate({opacity:1}, this.setting.fadeduration[0])
            this.state.isvisible=true
        }
        else if (this.state.shouldvisible==false && this.state.isvisible){
            this.$control.stop().animate({opacity:0}, this.setting.fadeduration[1])
            this.state.isvisible=false
        }
    },
 
    init:function(){
        jQuery(document).ready(function($){
            var mainobj=scrolltotop
            var iebrws=document.all
            mainobj.cssfixedsupport=!iebrws || iebrws && document.compatMode=="CSS1Compat" && window.XMLHttpRequest //not IE or IE7+ browsers in standards mode
            mainobj.$body=(window.opera)? (document.compatMode=="CSS1Compat"? $('html') : $('body')) : $('html,body')
            mainobj.$control=$('<div id="topcontrol">'+mainobj.controlHTML+'</div>')
                .css({position:mainobj.cssfixedsupport? 'fixed' : 'absolute', bottom:mainobj.controlattrs.offsety, right:mainobj.controlattrs.offsetx, opacity:0, cursor:'pointer'})
                .attr({title:'Scroll Back to Top'})
                .click(function(){mainobj.scrollup(); return false})
                .appendTo('body')
            if (document.all && !window.XMLHttpRequest && mainobj.$control.text()!='') //loose check for IE6 and below, plus whether control contains any text
                mainobj.$control.css({width:mainobj.$control.width()}) //IE6- seems to require an explicit width on a DIV containing text
            mainobj.togglecontrol()
            $('a[href="' + mainobj.anchorkeyword +'"]').click(function(){
                mainobj.scrollup()
                return false
            })
            $(window).bind('scroll resize', function(e){
                mainobj.togglecontrol()
            })
        })
    }
}
scrolltotop.init()
</script>


  • Replace IMAGE LINK with the image link that you want. You can adjust width and height as you please. I have some cute image for you to make it happen.
http://4.bp.blogspot.com/-lDrj5WK-90M/VPkuluHjHjI/AAAAAAAABII/StHhwcDyBa8/s1600/t_043.png


http://2.bp.blogspot.com/-R7DPZrrHhcU/VPkuZ0tLw6I/AAAAAAAABIA/YRI33PWy_JE/s1600/Top%2BButton%2BChicken%2B2.png


http://static.tumblr.com/1ded0d6b4dd4ac715a7af9e5dacd7946/qp8terd/oTanvklvv/tumblr_static_1rwj5vdcdalckko0cwok808ks.png


http://static.tumblr.com/3igzoeg/qvqm96n7x/untitled-1.png

http://4.bp.blogspot.com/-aNpsEGXbLw8/T2bEWj3aMxI/AAAAAAAAAgc/FHaDVfv4dbY/s150/btt%25204.png

  • View your blog or site to see the magic! Let me know if you have any question.
  • Cheers!

Thursday, November 26, 2015

Heartbreak #1: I Love You, and It's Killing Me

That day, when i miss you.


That's me, who's looking at her phone in the middle of the night just to see when your "last seen" changed to "online" that i knew it wasn't for me.

Why should i stay?
Such a question that nobody can ever answer.

I do realize this feeling will never end. What kind of feeling? Empty. An empty-heart for a love and relationship. I know myself. I know what makes me feel like this. You.

The biggest lie you've ever made. The day that you left me. I told you how heartbreaking it was to know that you're doing fine without me. You've tried to make it never happened. You texted me like nothing ever changed but you knew it was really changed. You've made me to let you go. I'm dying. Days, weeks, months, even years, it's always been you. I used to stand against my pain. I walked alone to the road that we're walking together. I was crying every time i saw all the photos and videos that we made in some of our spare time. I remember how you really happy when i gave you a first kiss on your cheek. I smiled when you record me a video when i'm playing around with you. I never feel scared when i know you always be by my side. I've always believed that wherever i am, whenever i need you, you'll always be there. I don't even know why it end up like this. There's too much memories we've made that i can't afford to write. 
================================================================================
and when i'm writing this, you're calling me..
================================================================================
Coincidence? Nothing is a coincidence in this world. If it's meant to be, it will be. If you never think to do it, then God will never let you to do it. It's a choice. Your choice to reach me. Even i don't even know what are you thinking about. I've been denying everything in my whole life. I've been denying that i never missed you after all. I miss when i missed my missing one.

I am always be the one who love you more. That's my problem. They say, you don't know what you've got 'til it's gone. What i know is, i knew exactly what i have had but i just thought that i would never lose it. I never wish that i had never met you. Even if i need to impress you, i need for loving you and i have to crying over you. I let myself to get heart breaks, pains, tears and forgotten promises. I let myself to think that everything you've done to me just to make me feel absolutely nothing.
If it doesn't break your heart, it isn't LOVE.
I've ever told you how much i need you to know that i can't  forget you. But you never truly understand. You keep pushing me to leave you alone. I can't help it but totally sad. Ever since you've come into my life, you've made it beautiful. But as i see you pack your bag, i can't say anything but cry, a lot. I know that you are moving in the right direction of your life. Nothing can explain even myself that how much you mean to me. You should know even if i didn't told you.

Don't ever try to make me to hate you, and let me write all i can remember about us.
Good night, you.


Friday, October 30, 2015

I've learned. #3rdPathiversary



Hari ini, udah tiga tahun bersama Path. Social media satu ini kayaknya banyak menuai kontroversi ya, at least buat gue lol.
Di Path, senengnya punya inner circle yang buat gue sangat berguna, karena ngeliat sosmed yang lain udah kepenuhan dengan kicauan semua orang. Dulu awal pake Path sempet kebingungan karena friendlist nya limited, cuma 150 orang. Sesuai dengan tagline nya sih ya, private. Belom apa-apa udah penuh aja tapi orangnya ya itu lagi itu lagi. Semenjak tau kalau Path bisa nambah temen jadi 500 jadi mikir, "dimana private nya?" Akhirnya gue putusin untuk "picky" beberapa temen/kerabat yang menurut gue deket atau kira-kira isi postingannya interesting. Sampai sekarang, friendlist gue nggak sampe 200 orang, dan terasa banget private nya.

Di Path, bisa nambah temen dan sangat bisa kehilangan temen. Gue pernah unshare orang karena menurut gue postingan nya udah nggak menarik lagi. Boro-boro dibaca, dilirikpun nggak, cuma nangkring aja di timeline. Ada yang 3 tahun pake Path postingannya melebihi 10ribu. Smh. Gak abis pikir itu orang ngapain aja ya hidupnya dilampiaskan di sosmed yang notabene nya bisa dibaca semua orang. Ya nggak semua orang sama sih. Tapi apa bedanya Path dengan Twitter kalau kicauan kalian sampai segitu banyaknya? Ruginya sih, kayak facebook yang harus temenan dulu buat liat postingannya. Toh belum tentu semua orang suka dengan kicauanmu, kan? Pemahaman orang tentang sosmed beda-beda sih ya, ada yang memang untuk expressing their interest and not to impress. Something like that yang balik lagi ke awal, nggak enaknya Path itu komunikasi dua arah. If you know what i mean.

Di Path, juga bisa jadi ajang asmara penuh cinta. Ada yang postingannya sama pasangan melulu kayak nggak punya temen. Ada yang isinya galau melulu tiap saat kaya nggak pernah ngerasain bahagia. Kadang seneng liatnya, kadang eneg sih ya. Apalagi kalo lagi jomblo ya kan, pengennya ngebanting aja tuh hape lol. Tapi ada beberapa yang memang suka sharing kebahagiaan mereka, yang ini gue seneng kasih emot "love".

Di Path, bisa jadi ajang berantem. Gue bukan orang yang suka ganggu kesenengan orang lain. Tapi gue juga nggak suka kalau diusik atas kesenengan gue sendiri. Oh c'mon, we aren't child anymore. Bukan saatnya lagi nyinyir-nyinyir-in orang di sosmed. Biar aja mereka mau ngapain dengan hidup mereka. Bukan urusan kita, kan? Ganggu, mungkin. Tapi bisa diselesaikan dengan "menghindari" mereka kalau berasa keganggu. Tahun 2015 udah nggak gaptek sama Path dong ya. Pasti tau gunanya Inner Circle buat apa. Inner circle bisa buat memfilter orang-orang yang mau kalian liat postingannya saja. Kalau kalian merasa "nggak enak" buat unshare, yasudah cari jalan pintas aja pake inner circle itu.

Siapa yang nggak pernah nyinyir di sosmed? Nggak gampang kok buat ngilangin hal-hal kayak gitu apalagi cewek-cewek kalo udah rumpi. Tapi nggak ada salahnya dicoba untuk dikurangi. Ingat umur semakin bertambah semakin berkurang masa hidup kita di dunia. Kalau mau lebih paham agama ya hal-hal seperti ini yang justru harus segera dihindari. Ngomongin orang, kalau bicara dosa, itu pasti udah numpuk. Hayo ngaku!!
Tapi dari segala segi yang bisa gue pahami, semakin hari beberapa temen gue bisa menunjukan hal yang lebih baik, lebih dewasa dalam bersikap, lebih menghargai oran lain, dan lebih banyak sharing hal yang baik-baik. Dari sanalah gue merasa lebih bisa berbuat yang lebih baik. Terserah orang mau berbuat apa, yang penting gue nggak ganggu mereka dan mereka nggak ganggu hidup gue.

Emang, kadang gemes sendiri kalo temenan di path tapi nggak ada interaksi apa-apa. Bingung sendiri, buat apa temenan kalo gitu, mending temenan di dunia nyata aja. Toh sosial media bisa jadi tempat untuk saling benci, saling nyindir, atau bahkan jadi tempat adu domba yang cukup oke. Berdasarkan pengalaman pribadi, hati-hati aja sih dalam milih temen, baik di dunia nyata atau maya sekalipun. Banyak sekali "FBI gadungan" alias stalker yang suka ngusik hidup orang lain. Untuk kalian yang suka jadi pengamat yang baik, use your time well for another things to do. Sekarang udah nggak terlalu mikirin lagi mau di love atau nggak di Path, siapa tau mungkin ada yang mau nge "love" beneran lol.

Yaudah gitu aja, ini sih cuma curhatan abal-abal nggak usah dipahami, dicermati atau diikuti. Cukup disimpan dalam hati aja, kak :"

This year i've loved. This year i've lost. This year i've changed.
This year was hard. Hard, but i've learned a lot.
I've learned that people can be fake.
I've learned that people can hurt you a lot without giving a shit about it.
I've learned that good people can change in a minute when their heart got broken.
I've met great people, and mean people as well.
But the most important thing is, i've learned that every person in this world is strong enough to let go.
To let go of that painful past of theirs, that broke their heart into million pieces.

People come and go as they please. That's life.
Stand up and realize that you deserve something better than a person that give up on you.



Good night, and don't let the bed bugs bite. xo.

Thursday, October 29, 2015

Review: Tensimeter Digital (OMRON Automatic Wrist Blood Pressure Monitor)

Selamat Malam Jumat!!
Lah serem. :D
Kali ini gue mau review Tensimeter Digital. Tau tensimeter dong? yang buat ngukur tekanan darah, yang suka dipake di rumah sakit sama mbak-mbak suster. Sebenernya pertama kali pake tensimeter udah dari jaman dahulu kala, jaman jahiliyah, jaman masih selfie pake gaya gigit lidah atau nempelin telunjuk di bibir gaya sssttt gitu. -___-. Itu masih pake tensimeter yang manual. Dulu penasaran banget gimana cara taunya ya ngukur tekanan darah gitu. Sampe nanyain ke suster-suster di rumah sakit gimana cara kerjanya. Jadi intinya, kalo mau pake tensimeter manual harus pake stetoskop juga. Tau stetoskop kan? itu loh yang buat dengerin suara hati kamu~~~

Ya ya ya bukan Nggie, buat dengerin suara detak jantung. Kalau mau pake yang manual gitu caranya dipompa dulu tuh balon udaranya sampe pol, abis itu dilepas perlahan alat puter balonnya. Sambil di dengerin pake stetoskop, liat tuh angka tekanan di tensimeternya, dengerin pake hati ya kak suara detak jantungnya dari pertama kali bunyi detak sampe udah gak ada bunyinya. dari situ kita bisa tau angka systolic dan diastolic nya. Ukuran tekanan darah itu terdiri dari tekanan Systolic (SYS) dan tekanan Diastolic (DIA). Tekanan darah Systolic adalah tekanan ketika jantung berdetak sambil memompa darah. Tekanan darah Systolic adalah tekanan antara saat jantung berdetak dan detak berikutnya.
Sering melihat ukuran tekanan darah yang ditulis pake ukuran Systolic atau sebelum tekanan Diastolic, sebagai contoh 133/92 mmHg. 133 adalah angka Systolic dan 92 adalah angka Diastolic (mmHg adalah ukuran milimeter merkuri -  ukuran unit yang digunakan untuk tekanan darah tinggi). Itu sedikit saja gambaran cara pake tensimeter manual ya. Kalau nggak jelas tanya dokter/ suster di rumah sakit nya langsung aja lol.

Review kali ini adalah tensimeter digital merek OMRON (Automatic Wrist Blood Pressure Monitor).
Model: HEM-6200.




Cara pakenya gampang banget, tinggal pencet START udah ngukur sendiri. gak perlu di setting macem-macem kecuali kalau mau setting jam. Tensimeter digital ini pake batere AAA 2 buah. FYI pake tensimeter ini lumayan cepet ngabisin batere. So, gunakan seperlunya aja.
Tensimeter ini bisa dibeli di Apotek besar, harganya sekitar 400-500 ribu sudah dapat baterenya dan bisa langsung digunakan. Tensimeter ini juga dilengkapi dengan pengukur nadi. Jadi angka yang bisa kita lihat di monitornya adalah angka systolic, diastolic dan pulse (nadi).



Di dalem box nya udah dapet tensimeter digital, box, dan batere.






Buat kalian yang mau praktis dan gak ribet, alat ini berguna banget dibanding harus ke rumah sakit untuk cek tekanan darah. Untuk orang dewasa tekanan darah yang normal itu 120/80 ya.
Semoga bermanfaat ^^ #CMIIW

Cerita Si Teteh #8: Nothing Last Forever

Rasanya sedih.

Ternyata badan ini punya alarm tersembunyi yang kalau sudah berbunyi menandakan kalau tempat tidurmu jauh lebih hangat dibanding apapun di dunia ini. Sepertinya selimut tebal ini bisa memanggilku dan mendekap tanpa mengizinkanku untuk pergi. 
Sabtu dan Minggu yang seharusnya bisa aku gunakan untuk refreshing dari 5 hari menatap layar dengan penuh angka malah tidak seperti yang aku bayangkan. Badan ringkih ini seraya tak pernah mengizinkanku untuk seharian bersenang-senang atau sekedar makan es krim di Mall.
Ah, mungkin ini tidak seberapa dibanding orang-orang di luar sana yang tidak bisa sama sekali untuk bangun dari tempat tidur. Aku masih untung, masih bisa kerja, masih bisa jalan-jalan dengan keluarga, masih bisa meluangkan waktu untuk berkumpul dengan teman-teman dan orang-orang tersayang.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tulisan di atas ditulis pada bulan Januari 2015, dan sekarang tahun 2015 sudah hampir selesai. Setelah sekian lama tidak pernah kembali mengunjungi halaman ini, kali ini kembali aku akan menuliskan sedikit cerita tentang apa yang sudah kulalui. Nggak semua sih karena pasti akan sangat panjang dan nggak selesai-selesai ngetiknya.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Karena kita tidak bisa mengharapkan kebahagian berlangsung selama yang kita mau.

Tahun 2015 sudah mau selesai, ya. Anaknya masih aja kurus, masih belum memenuhi target buat punya berat badan 55 kilogram. Masih dengan sifat keras kepalanya yang gak cukup hanya dibebal ceramah. Ya, makhluk yang jauh dari sempurna ini sedang merasakan langkah hidup yang cukup lumayan berat menurut gue sih ya.

13 Mei 2015.
Bagi orang lain, mungkin ini seperti layaknya hari biasa. Karyawan ya kerja, ibu rumah tangga ya ngurus rumah, anak sekolah ya belajar, pedagang ya jualan, dan kesibukan lain yang biasa orang lakukan. Tapi buat gue, hari ini adalah hari dimana kali pertama gue ngga mau tiup lilin. Bukan, bukan karena mati listrik, tapi karena lilin di atas kue itu terlalu ceria untuk ditiup.
Actually, i've been waiting for so long for today. My favorite number, on the right time (i guess).
Sudah membuat berbagai rencana untuk direalisasikan hari ini, namun apalah daya, Allah belum berkehendak. Jam 12 malam tadi, dibangunin sambil dibawain kue tart dengan tulisan manis dan lilin-lilin itu. Lilinnya angka 2 sama 7, kan harusnya 1 sama 7 T_T. Nggak ada kepikiran sama sekali buat tiup lilin, jadi mereka yang tiup, maaf ya :(
Kenapa? karena sedih.

Gue bukan termasuk tipikal orang yang suka cerita panjang lebar tentang kehidupan sendiri di media sosial. Sudah ada 14 draft yang seharusnya bisa dipublish, tapi banyak tapinya. Banyak yang mau dikeluarin dari kepala, tapi buat apa? toh lebih baik menyimpan semuanya sendiri, egoisnya sih begitu. Empati. Nggak semua orang punya, kan? bahkan keluarga, pacar, atau sahabat sendiri.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Satu yang bisa gue share di sini, that there's nothing last forever. Manusia bisa berencana apapun, tapi Tuhan juga yang punya kuasa, kan? Bikin rencana itu asyik, apalagi kalau rencananya punya tujuan yang baik.
Ada rasa yang kadang manusia tidak bisa menjelaskannya kepada orang lain. Bukan, bukan karena introvert atau menutup diri dengan lingkungan luar. Adanya sebuah masalah menandakan kita hidup. Membuat otak kita bekerja dua kali lipat dibanding biasanya. Berpikir bagaimana cara untuk menyelesaikannya, bagaimana kita seharusnya bersikap, dan bagaimana kita tiak mengulangi kesalahan yang sama.

Di sini, ego kita diuji.

Dan semoga kesempatan kali ini lebih baik untuk membuka sebuah halaman baru dalam rentang hidup selanjutnya.

Saturday, February 7, 2015

Resep Popcorn Caramel

Pagi yang produktif adalah ketika kalian penasaran mau bikin sesuatu yang dari jaman Cleopatra masih belah tengah sampe sekarang belom bisa, ternyata kalian berhasil hari ini! Kayak gue bikin POPCORN CARAMEL! Yes naik kelas. Taraaaaa


*halu*

Itu bukan bikinan gue sih, belom se-perfect itu. Tapi lumayan lah buat permulaan sekali coba setelah bertaun-taun hopeless gak mau coba lagi.
Akhirnya, setelah gak pake niat, (bikin ini karena terinspirasi dari omongan Mama ke temennya yang emak-emak yang bisa bikin anaknya ini dehidrasi lah)

Jadi resepnya adalah:
Pertama siapin dulu bahan-bahan yang diperluin buat bikin popcorn, inget ya Popcorn bukan seserahan. Persiapan nya gak lebay-lebay amat.

Bahan-bahan:
- Jagung kering (popcorn instant). Ini banyak dijual di swalayan atau pasar, jangan cari di rumah mertua ya.
- Mentega/minyak sayur, yang licin-licin lah pokoknya.
- Gula pasir
- Niat yang ikhlas tulus tanpa pamrih


Cara bikin:
- untuk popcorn, panaskan mentega sesuai kebutuhan, mau banyak mau dikit yg penting semua popcorn nya kena mentega. Kalo aku sih prefer yang ngga terlalu manis, karena yang manis itu susah dilupain. Eim. Baru deh masukin popcornnya. Coba dulu 1 atau 2 biji jagung, eh 2 aja deh kalo 1 aneh gitu gak ada temennya, biasa liat yang pasangan gitu bijinya biar serasi dan gak keliatan jones (joblo ngenes) gaes.
- kalo udah meletup langsung masukin semua, inget pastiin semua jagung kena menteganya ya. Pakai api kecil aja, jangan gede-gede karena kalo main api gede nanti bahaya. Gosong.
- Tips supaya jagung bisa jadi semua, kira-kira kalo bunyi letupannya udah abis digoyang-goyang aja panci/teflon nya. Yang digoyang-digoyang yang~~~ jadi deh.

Untuk caramel:
- panaskan mentega, lagi-lagi secukupnya. Tunggu sampai cair. Gunakan api kecil.
- masukan gula pasir dan aduk sampai rata.
-setelah rata, udeh setop jangan diaduk mulu, biarkan mengalir seperti yang dulu.
- tunggu 5 menitan, kalo udah berubah warna jadi coklat, goyang-goyangin wajannya, sampe warnanya rata.
- matiin kompornya gaes. Ntar kebakaran
- abis itu tuang ke popcornnya, langsung aduk ya jangan didiemin ntar diambil orang jadi kalian yang sedih.
- abis diaduk taro di wadah plastik atau kertas minyak gaes, dipisah-pisahin yang ada caramel sama yang nggak, biar adil. Soalnya kalo nggak cepet nanti lengket jadinya. Jangan jauh2 dipisahnya gaes, dimana-mana LDR itu nggak enak </3

Inilah hasilnya, mirip lah sama... Popcorn abang-abang yang dijual di Ancol.



Selamat mencoba~~~
Cute Deer